OJK dan BPR Kupas Strategi Hadapi MEA

DPP Perbarindo | 16 July 2017

Jakarta- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) se-Indonesia berkumpul untuk membahas stategi pengembangan BPR ke depan.

Budi Armanto selaku Deputi Komisioner Pengawas Perbankan VI OJK mengatakan, bahwa persaingan BPR di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan semakin ketat.
"Karena itu OJK sebagai regulator membuat kajian untuk mencari alternatif baru bagaimana agar BPR bisa Hidup berdampingan dengan kompetitor yang ada." katanya dalam acara seminar strategi branding BPR di Jakarta, Senin (10/07).

Budi juga menuturkan bahwa BPR merupakan bank yang telah berkontribusi besar dalam perekonomian sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 98.
Saat ini market share BPR terhadap bank umum baru mencapai 1,7%. "Memang masih kecil tapi di 35 kabupaten pertumbuhan bisa mencapai 10-45%. Artinya ada di beberapa daerah BPR berkontribusi sangat besar." tuturnya

OJK juga mengkaji dari sisi bisnis, produk servis, modal, IT dan SDM yang masih kalah jika dibandingkan dengan industri keuangan lainnya.

Ia juga menjelaskan bahwa BPR adalah salah satu pilar di indudtri keuangan nasional yang dekat dengan masyarakat.
"kami harapakan BPR bisa kuat dalam persaingan dan meningkatkan partisipasi dalam perkembangan ekonomi di daerah khususnya usaha mikro kecil dan menengah," jelasnya.

 

#BPR #OJK #MEA #Modal #IT