LPS Se-Dunia Gelar Agenda Tahunan di Yogyakarta

Detik.com | 16 July 2017

Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan menggelar pertemuan tahunan, workshop regional & konferensi bersama International Association of Deposit Insurers (IADI) dari 30 negara di seluruh dunia. Tema pada tahun ini adalah "Peningkatan Peran Lembaga Penjamin Simpanan melalui Aktivitas Resolusi".

Kegiatan ini akan berlangsung pada 17-20 Juli 2017 di Yogyakarta, yang akan dihadiri oleh 70 delegasi dari 30 negara dan 300 partisipan dari dalam dan luar negeri.
Isu mengenai transformasi organisasi penjamin simpanan akan menjadi salah satu topik utama yang akan dibahas pada pertemuan yang akan diadakan di 3 lokasi, yaitu Hyatt Regency Hotel, Hotel Tentrem dan The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center.

Untuk Konferensi Internasional IADI APRC (Asia Pacific Regional Committee) diselenggarakan pada hari Rabu, 19 Juli 2017, di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, yang dibuka untuk umum melalui registrasi di www.lps.go.id/aprc-2017-dom. Tampil sebagai pembicara kunci yang dijadwalkan, yaitu Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI; Halim Alamsyah, Ketua Dewan Komisioner LPS; Hiroyuki Obata Chairperson APRC, serta pembicara-pembicara lain dari luar dan dalam negeri.

IADI adalah organisasi yang mewadahi lembaga-lembaga yang memiliki fungsi penjaminan simpanan di seluruh dunia. Yang dibentuk pada tahun 2002 dan bertujuan untuk meningkatkan efektivitas sistem penjaminan simpanan melalui kerja sama internasional. Saat ini, anggota IADI ada 83 penjamin simpanan dari 77 yuridiksi. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjadi anggota dan aktif di IADI sejak tahun 2005.

LPS adalah lembaga independen yang dibentuk oleh Undang_Undang No 24 Tahun 2004 dengan fungsi untuk menjalankan penjaminan simpanan nasabah di bank dan untuk melakukan penanganan terhadap bank gagal (resolusi bank).

Total aset Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga akhir April 2017 mencapai Rp 79,3 triliun atau tumbuh 8,68% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp 73,0 triliun. Bentuk aset LPS ini didominasi atau 96,2% berupa penempatan investasi, yaitu sebesar 76,3 triliun.

Sejak beroperasi 2005 hingga akhir Mei 2017, LPS telah menangani klaim terhadap 79 bank yang dicabut izin usahanya dan 76 bank di antaranya telah selesai proses rekonsiliasi dan verifikasi (rekonver). Dari 79 bank tersebut, jumlah klaim layak bayar mencapai Rp 1,2 triliun.

 

#LPS #IADI #IADIAPRC #workshopregional #Yogyakarta