BI Segera Terbitkan Aturan Top-Up e-Money

Info Bank News | 06 September 2017

Jakarta – Bank Indonesia (BI) akan mengeluarkan aturan terkait dengan pengenaan biaya isi ulang (top-up) uang elektronik (e-money). Peraturan yang aturannya akan dituangkan dalam bentuk Peraturan Bank Indonesia (PBI).

Pernyataan ini disampaikan oleh Gubernur BI Agus DW Martowardojo di Jakarta, Rabu, (06/09). Sejauh ini pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan industri perbankan terkait dengan aturan yang akan dikeluarkan tersebut.
“Kita sudah pembicaraaan antara BI dengan perbankan, dengan badan usaha jalan tol. Tinggal kita keluarkan dalam bentuk penegasan. Pembicarannya semua sudah selesai dan semua sepakat. Kita akan keluarkan aturannya sebentar lagi,” jelasnya.

Bank Indonesia sebelumnya telah menargetkan PBI akan terbit sebelum implementasi electronic toll collection (ETC) atau kewajiban menggunakan transaksi non tunai di tol, yakni pada Oktober 2017 mendatang.

Pengenaan biaya top-up e-money ini untuk memberikan insentif kepada perbankan sehingga dapat memperbanyak infrastruktur pembayaran uang elektronik. BI pun tengah mempersiapkan National Payment Gateway (NPG) di mana sistem platform e-money semua bank akan menjadi satu.

Terkait jumlah biaya top-up e-money, Ia masih enggan menyebutkan secara detail nominalnya. Namun demikian, dia memastikan bahwa biaya top-up e-money tidak akan memberatkan masyarakat.
“Fee-nya yang pasti tidak membuat beban kepada konsumen,” ungkapnya.

Pengenaan biaya top-up sebenarnya juga telah diterapkan bank kepada konsumen apabila melakukan transaksi isi ulang pulsa telekomunikasi dengan biaya Rp1.500 per transaksi. Biaya top-up e-money disebut-sebut tidak akan jauh dari nominal tersebut.


#BI #Tol #Top-Up #E-Money