Bank Mandiri Siapkan 2,5 Juta Kartu e-Money

Info Bank News | 09 September 2017

Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah menyiapkan 2,5 juta kartu uang elektronik (e-money) untuk mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), dan rencana elektronifikasi gardu tol di Indonesia.

Nandan Sandaya selaku Vice President Digital Banking and Financial Inclusion Bank Mandiri,  mengatakan ini dilakukan guna menghindari permintaan yang memuncak pada hari pertama pemberlakuan elektronifikasi gardu toll pada 31 Oktober 2017.
“Kita akan siapkan 2,5 juta kartu e-money untuk antisipasi yang belum menggunakan kartu,” jelasnya di Jakarta, Jumat, (08/09).

Ia menilai, angka tersebut cukup wajar melihat respons masyarakat Indonesia yang terbiasa membeli barang pada akhir masa ditutupnya sistem pembayaran tunai.
“Kami dari perbankan juga setuju bahwa khawatir masyarakat punya kebiasaan last minute. Makanya kami gencarkan sosialisasi dan promosi. Selain itu pasti banyak masyarakat yang beli lebih dari satu, untuk supir dan pribadi,” ungkapnya.

Sebagai pelopor e-money, pihaknya akan menyediakan jumlah uang elektronik lebih banyak. Lima juta transaksi jalan tol di Indonesia baru sekitar 1,5 juta yang nontunai, artinya masih ada 3,5 juta yang akan migrasi.

Selain penambahan jumlah kartu, pihaknya juga berniat untuk menambah titik top up (pengisian ulang kartu). Dimana nantinya top up bisa dilakukan di retailer tempat belanja, rest area dan lain lain. Pihaknya hingga akhir tahun ini juga optimis dapat memproduksi sekitar 13 juta kartu e-money guna melayani nasabah setia Bank Mandiri.
“Saat ini total e-money kita sudah di angka 10 juta kartu, dan hingga akhir tahun bisa target 13,5 juta,” tutupnya.

 

#e-Money #elektronifikasi gardu tol #Indonesia