Ekonomi Syariah untuk Semua Lapisan Masyarakat

Sindo News | 10 November 2017

Surabaya - Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) ke-4 telah digelar di Convention Hall Grand City, Surabaya, Jatim. Ekonomi dan Keuangan syariah bukan hanya ditujukan untuk umat Islam. Namun, ini untuk semua lapisan masyarakat.

Pembukaan ISEF 2017 ini dihadiri oleh berbagai kalangan, diantaranya Wakil Presiden, Jusuf Kalla, Gubernur BI, Agus Martowardojo, Gubernur Jatim, Soekarwo dan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

Agus Martowardojo, Gubernur BI mengungkapkan bahwa ekonomi syariah ini melibatkan seluruh masyarakat dari berbagai kalangan.

"Ekonomi dan keuangan syariah bukan konsep eksklusif bagi umat Islam. Konsep ini yang mendorong berkembang pesatnya ekonomi dan keuangan syariah di dunia internasional, termasuk Indonesia," katanya, di Surabaya, Kamis (09/11).

Perkembangan ekonomi syariah di dunia semakin pesat, ini dapat dilihat dari volume perdagangan produk halal global, pada tahun 2015 kamarin mencapai USD3,5 triliun. Pada tahun 2021 mendatang diperkirakan akan menjadi USD6,3 triliun.

Ia menambahkan bahwa berbagai negara di dunia ikut mengambil peluang yang ada di industri halal global. Tidak hanya dilakukan negara yang mayoritas penduduk muslim. Negara yang ikut diantaranya Inggris, Jepang, China, Korea Selatan dan Thailand.

Indonesia mayoritas muslim seharusnya memiliki potensi besar dalam industri halal global. Tetatpi ini belum dimanfaatkan dengan cermat.

Wakil Presiden, Yusuf Kalla juga menyampaikan bahwa yang pertama dilakukan adalah memulai berusaha karena itu sangat penting.

"Yang patut kita dalamkan adalah bagaimana kita memulai berusaha, karena kekurangan kita, apapun yang kita bahas disini adalah bagaimana kita mulai berusaha sebaik-baiknya," tegasnya.

 

#Santri #Industri #Halal global #Keuangan Syariah #Ekonomi #ISEF 2017