Holding BUMN Bukan Untuk Dijual

Redaksi | 06 December 2017

Jakarta (Ayokebank.com) - Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) disebut-sebut akan dijual ke negara lain. Direktur Jenderal Kekayaan Negaran Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata membantah isu Holding BUMN bertujuan untuk dijual, di gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa, (05/12).

“Itu persepsi yang cepat menghakimi tanpa melihat esensi didalamnya,” tegasnya.

Ia mengatakan bahwa dengan holding BUMN ini, perusahaan-perusaahan justru akan mendapatkan serta mersaakan manfaat dari proses holding tersebut.

“Karena nilai saham mereka di perusahaaan holding atau masing-masing perusahaan bisa mendapatkan peningkatan.” katanya.

Selain tiu, ia uga menjelaskan tentang ada satu  jenis saham yang dipertahankan saat proses holding ini.

“Saham dwiwarna atau saham seri a tetap berada pada pemerintah Indonesia." ungkapnya.

Saham dwiwarna bisa dikatakan saham sakti karena bisa menentukan, manajemen perusahaan dan memiliki kekuatan untuk menolak aktivitas yang dianggap merugikan perusahaan holding atau masyarakat secara luas.

Holding BUMN akan menambah kapasitas dari perusahaan dan mampu menampilkan kemampuan yang lebih besar.

Holding BUMN tambang telah resmi terbentuk lewat terbitnya Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 2017 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI ke Dalam Saham Perusahaan Perseroan PT Indonesia Asahan Alumunium pada 14 November 2017.

 

 

 

 

#Holding BUMN #BUMN #Saham