Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS

liputan 6 | 23 March 2018

 Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini melemah pada perdagangan Jumat pekan ini. Pelemahan tersebut terjadi usai Bank Indonesia menagan suku bunga acuan.

Dikutip di liputan6 , Jumat (23/3/2018), rupiah dibuka di angka 13.763 per dolar AS. Namun, jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.755 per dolar AS.

Pada saat ini, rupiah bergerak di kisaran 13.763 per dolar AS hingga 13.795 per dolar AS. Jika dilihat dari awal tahun, rupiah melelamh 1,68 persen.

Berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JIsdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 13.780 per dolar AS, jika dibandingkan dengan patokan Kamis kemarin yang ada di angka 13.737 per dolar AS.

Research Analyst FXTM Lukman Otunuga menjelaskan, bahwasannya terjadinya nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS setelah BI memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga acuan di 4,25 persen.

Namun, keputusan tersebut memberikan sinyal bahwa BI terus berusaha untuk menjaga stabilitas makro dan keuangan serta mendorong ekonomi domestik.

Sementara, para pengambil kebijakan di Indonesia memungkinkan untuk menjaga level rupiah. Guna untuk menghindari arus keluar modal di kala Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) untuk menaikkan suku bunga.

Gubernur Agus Martowardojo telah memberikan sinyal bahwa Bank Indonesia akan terus mengintervensi guna menjaga kurs Rupiah," jelas dia.

Namun, sebenarnya dolar AS telah melemah sejak te Fed mengeluarkan estimasi bahwasannya tidak akan menaikkan suku bunga acuan secara agresif sehingga bisa memberikan ke mata uang negara berkembang termasuk rupiah, Lanjutnya.

Jika dilihat dari kenyataannya, keputusan BI membuat pelemahan dolar AS tidak terlalu terasa.

Ketika, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan Bank Indonesia (BI) 7-day reverse repo rate sebesar 4,25 persen. Bank Indonesia juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 3,50 persen dan Lending Facility 5,00 persen.

"Dari hasil rapat Dewan Gubernur BI pada 21-22 Maret 2018, memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day repo rate tetap sebesar 4,25 persen. Berlaku efektif sejak 23 Maret tahun 2018. " Ujar Kepala Departemen Komunikasi BI, Agusman kemarin.

Dari hasil rapat tersebut telah mempertimbangkan, faktor eksternal seperti keputusan Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve yang menaikkan suku bunga acuan 0,25 persen, usai rapat tersebut pada tanggal 20-21 Maret 2018. Sementara itu suku bunga acuan the Federal Reserve menjadi 1,5 persen-1,75 persen.

Jika dilihat di negara maju, pertumbuhan ekonomi 2018 lebih tinggi ditopang dampak stimulus fiskal, sesuai dengan perkiraan Bank Indonesia. Bank Indonesia juga telah memperkirakan suku bunga The Fed yang meningkat," jelas dia.