BTN Luncurkan Kredit Pendidikan 200 Juta Per Mahasiswa

LIPUTAN 6 | 11 April 2018

Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) meluncurkan kredit pendidikan (student loan) untuk mahasiswa. Perbankan ini  menyiapkan anggaran sebesar rp 500 miliar untuk kredit pendidikan di tahun ini. Kredit tersebut diberikan dengan plafon hingga Rp 200 juta per mahasiswa dengan bunga 6,5 persen flat selama 5 tahun.

Direktur Utama BTN  Maryono saat di temui di Gedung Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengatakan, kredit pendidikan ini diluncurkan sesuai dengan kebijakan pemerintah dalam meningkatan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

"Sesuai dengan arahan Presiden beberapa pekan yang lalu di rapat seluruh dirut dan komisaris utama seluruh perbankan diarahkan supaya perbankan itu bisa memikirkan untuk bisa memberikan kredit pendidikan," kata Maryono, Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Saat ini masyarakat Indonesia tidak hanya menjadikan hunian sebagai kebutuhan primer. Tetapi, mulai menempatkan pendidikan sebagai kebutuhan dasarnya.

Menurut Maryono, pemenuhan kebutuhan pendidikan di Indonesia masih terhalang oleh tingkat ekonomi masyarakat.

Data Badan Statistik (BPS) akhir 2017 menunjukkan, hanya 8,15 persen penduduk berumur 15 tahun ke atas yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga ke jenjang Perguruan Tinggi (PT)

BPS juga merekam persentase penduduk 15 tahun ke atas dengan ekonomi teratas yang menyelesaikan perguruan tinggi lebih besar 17 kali lipat dibanding penduduk 15 tahun ke atas dengan tingkat ekonomi terbawah..

"Melalui kredit pendidikan ini, kami ikut berpartisipasi memenuhi kebutuhan pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia" ujar Maryono.

BTN akan menggandeng 101 universitas untuk mempermudah masyarakat akses kredit pendidikan BTN. Hingga kini, ada 23 perguruan tinggi yang siap untuk bekerja sama.

Adapun, kredit pendidikan racikan BTN tersebut dapat dinikmati debitur existing Bank BTN. Debitur existing yang dimaksud yakni nasabah Kredit Pemilikan Rumah (KPR)/Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) baik subsidi maupun non-subsidi hingga Kredit Agunan Rumah (KAR).

Debitur existing dengan penghasilan tetap maupun tidak tetap dapat mengakses pinjaman tersebut. Melalui Kredit Pendidikan dengan fasilitas KAR BTN Top Up, debitur existing bisa menggunakan dana pinjaman untuk memenuhi kebutuhan biaya pendidikan di antaranya biaya masuk sekolah atau kuliah, biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP), daftar ulang, dan kebutuhan penunjang pendidikan lainnya.