Saldo E-Money Bisa Sampai 2 Juta

kompas | 09 May 2018

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengeluarkan peraturan baru mengenai e-money atau uang elektronik dengan batas maksimal pengisian saldo meningkat dari Rp 1 juta menjadi Rp 2 juta untuk kartu yang registered atau terdaftar menggunakan data dan identitas pengguna.

Perubahan kebijakan tersebut tercantum dalam peraturan BI Nomor 20/6/PBI/2018 tentang Uang Elektronik yang diumumkan Jumat (4/5/2018) lalu.

"(Isi saldo Rp 2 juta) sekarang sudah bisa diterapkan. Ini batasnya untuk (uang elektronik) yang unregistered saja," terang Kepala Departemen Sistem Pembayaran Bank Indonesia Onny Widjanarko dikutip dari kompas, Selasa (8/5/2018).

Dia menjelaskan perubahan batas maksimal saldo e-money ini dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Contohnya bagi para pengemudi yang melintas di tol antar-provinsi, mereka tidak perlu repot bolak balik mengisi ulang saldo.

Bagi pengguna terdaftar yang sudah menyetor data dan kartu identitas, tidak diberlakukan perubahan tersebut. Batas saldo maksimal untuk uang elektronik jenis ini adalah Rp 10 juta.

Menurut Onny, terkait keamanan dapat dipastikan baik dari sisi penerbit maupun secara sistem. Namun, pengguna e-money tetap harus berhati-hati menyimpan kartu yang un-registered tersebut karena sistemnya seperti uang kertas atau logam.

"Kalau hilang, ya sudah hilang. Keamanan di sistem kita pastikan, tapi nasabah juga mesti aware," imbuhnya.

Untuk diketahui, uang elektronik yang beredar di masyarakat saat ini terdiri dari berbagai jenis. Beberapa di antaranya adalah yang diterbitkan oleh perbankan, seperti kartu Flazz dari BCA, kartu Indomaret Card, E-Toll dan E-Cash dari Bank Mandiri, serta Brizzi dari BRI. Selain itu ada juga yang diterbitkan oleh operator seluler, seperti T-Cash dari Telkomsel, perusahaan ridesharing Go-Jek, yaitu Go-Pay. Tak ketinggalan situs e-commerce, seperti Tokopedia memiliki layanan uang elektronik sendiri, yaitu Tokocash dan Bukalapak dengan Bukadompet-nya.