Yusuf mansur Beli Saham BRI Syariah

detik | 09 May 2018

Jakarta - PT Bank Syariah Tbk melepas saham sebesar 2.623.350.600 di pasar modal. Beberapa diantaranya dibeli oleh Yusuf Mansur da jemaahnya.

Yusuf Mansur melalui PayTren Aset Manajemen menjadi manajer investasi Kopindo dan melakukan Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) untuk membeli saham berkode BRIS itu.

Presiden Direktur PT Bahana Sekuritas Feb Sumandar mengungkapkan, Kopindo masuk membeli saham BRIS melalui proses bookbuilding. Layaknya investor lainnya, Yusuf Mansur dan dan jemaahnya ikut dalam proses penjatahan.

Biasanya dalam proses bookbuilding ini investor mengajukan harga yang diinginkan sedangkan untuk harga pastinya ditentukan oleh perusahaan. Menariknya Kopindo tidak melakukan penawaran, mereka siap membeli di harga apapun yang ditentukan perusahaan.

"Jadi dia straight, mau ambil di angka berapapun. Kan kalau bookbuilding ada range harga dia bisa menyatakan ingin beli di harga atas atau bawah. Tapi dia straigh, mengikuti," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (9/5/2018) dikutip dari detikcom.

Pada saat penawaran, BRISyariah menawarkan harga sahamnya di kisaran Rp 505 hingga Rp 650. Akhirnya ditentukan di dekat batas harga bawah yakni Rp 510.

Menurut Feb, sebenarnya pihak Yusuf Mansur menawar di angka yang cukup besar. Namun karena kelebihan permintaan atau over subscribe 4 kali di segmen ritel, maka kopindo mendapat jatah lebih rendah dari yang ditawarkan.

"Kemampuan beliau sebenarnya besar ya cuma memang kita karena ada alokasi. Tapi angkanya harus saya cek dulu. Tapi oke lah beliau sangat membantu proses IPO ini," imbuhnya.

Sementara Direktur Operasional BRISyariah Wildan menambahkan, porsi investor ritel dalam proses IPO sebesar 1% dari total dana Rp 1,3 triliun. Itu artinya penjualan saham BRIS dalam IPO hanya Rp 13 miliar.

"Tapi saya enggak tahu jatah pastinya pak Yusuf Mansur karena belum dapat informasi dari Datindo. Masyarakat di ritel juga cukup banyak kemarin informasinya 6.037 pemegang saham. Itu pemegang saham terbesar selama IPO. Jadi sekarang BRISyariah mencatatkan sebagai pemegang saham terbesar selama IPO," tuturnya.