BI relaksasi LTV, Pengusaha Merespon Positif

kompas | 29 June 2018

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) akan mengeuarkan kebijakan baru soal pembiayaan perumahan yaitu relaksasi skema loan to value (LTV). Hal ini disambut baik oleh kalangan pengusaha properti.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bidang Properti dan Kawasan Ekonomi, Sanny Iskandar mengatakan, kebijakan ini akan memberikan kemudahan untuk uang muka pembelian rumah.

"Kami tentu sambut baik supaya seluruh industri sektor riil bisa bergerak. Kalau tidak ya susah. Bukan hanya pengembangnya susah, tetapi masyarakat yang membutuhkan rumah itu sendiri," ujar Sanny di Jakarta dilansir dari kompas.

Namun, pihaknya belum mengetahui seberapa besar dampak yang ditimbulkan dari pelonggaran LTV tersebut terhadap sektor properti.

"Kemarin memang kami semua sempat dikumpulkan Gubernur BI, tapi ini masih digodok. Kami belum tahu seberapa besar pelonggaran dan sejauh mana impactnya. Dari dunia usaha, terutama pengembang, sangat merespon baik," kata Ketua Umum Himpunan Kawasan Indsutri ini.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo juga menyatakan akan membahas langkah-langkah guna mendorong kemudahan pembiayaan sektor perumahan dalam Rapat Dewaan Gubernur (RDG) BI mendatang.

"Di RDG ke depan, BI siap melakukan langkah preventif, bisa berupa kenaikkan suku bunga dan bisa dalam bentuk relaksasi kebijakan makroprudensial untuk mendorong sektor perumahan," ungkap Perry di Kompleks Gedung BI, Jakarta, Jumat (22/6/2018).

Namun demikian, Perry masih belum mau membeberkan bentuk relaksasi kebijakan makroprudensial tersebut. Dia mengatakan bahwa detilnya akan diberikan setelah RDG selesai. Perry hanya memastikan akan ada kebijakan baru soal pembiayaan perumahan itu, salah satunya adalah relaksasi skema loan to value (LTV).