Nasabah TSB Bank Akui Kehilangan Uang Dari Rekening

LIPUTAN 6 | 29 June 2018

Jakarta - Bank merupakan tempat penyimpanan uang paling aman bagi sebagian orang namun tidak untuk nasabah TSB Bank. Mereka mengeluh karena uang dari rekeningnya hilang begitu saja.

Dikutip dari liputan6, TSB mengaku sebanyak 1.300 kehilangan uang dari rekeningnya. Hal ini disebabkan oleh sejumlah penipu yang memanfaatkan pembaruan sistem IT di Bank tersebut.

CEO TBS Bank Paul Pester juga mengungkapkan bahwa jumlah nasabah terus menerus berkurang setiap harinya. Bahkan sebanyak 400 hingga 500 nasabah menutup rekening di bank berbasis di Inggris tersebut.

Sejak April saat berbagai persoalan IT muncul, sebanyak 12.500 nasabah telah menutup rekeningnya. Sayangnya, para nasabah yang kehilangan uang belum mendapatkan ganti rugi yang memadai.

Sementara beberapa jajaran eksekutif terus didorong untuk mengundurkan diri, termasuk pimpinan TSB Richard Meddings dan COO Miquel Montes serta Pester. Pasalnya, ketiga pihak tersebut tidak benar-benar memperhatikan kepentingan nasabah yang merugi.

Pester berulang kali meminta maaf atas kejadian tersebut tapi menolak untuk mempertimbangkan pengunduran dirinya dari bank tersebut.

"Saya yakin, saya adalah orang yang tepat untuk mengatasi masalah ini demi para nasabah kami," tandasnya.

Sejak 23 April 2018, terdapat 1,9 juta dari 5,2 juta nasabah TSB terus mengalami masalah dengan layanan daring dan mobile banking. Semua terjadi setelah seluruh rekening dimigrasi dari sistem IT lama milik Llyods Banking Group ke operasi teknologi Sabadell milik Spanyol.

Lebih dari enam minggu kemudian, beberapa nasabah TSB masih mengalami gangguan. Pihak bank lantas mengatakan itu sebagai hal yang normal bahwa sebagian nasabah akan mengalami gangguan saat melalukan pembayaran.

Sayangnya, hingga kini banyak nasabah yang masih mengalami gangguan bahkan kehilangan uang dari rekeningnya.