DP 0% Meringankan Tapi Tidak Mendidik

detik | 19 July 2018

Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah melonggarkan ketentuan loan to value (LTV) kredit pemilikan rumah (KPR) hingga 0 % jika bank memenuhi persyaratan oleh BI. Kelonggaran ini berlaku Agustus mendatang.

Namun, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk Maryono menilai, DP tetap diperlukan dalam membeli rumah. Sebab, DP sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban kredit pada properti yang akan dibeli.

"Kita memberikan suatu pembelajaran kepada masyarakat LTV 0% itu memang meringankan kepada masyarakat, tapi tidak memberikan suatu pendidikan bagaimana mempertanggungjawabkan kreditnya," kata dia di Kantor Pusat Bank BTN di Jakarta dilansir dari detik.

Dia menjelaskan, jika tanpa DP konsumen bisa dengan semaunya melepaskan hunian yang akan dibeli. Sebab, konsumen tak mengeluarkan uang sama sekali.

"Kalau dia misalnya nggak suka, atau dia males, atau ada pertimbangan lain dilepas begitu saja karena dia belum keluarkan uang apapun," tambahnya.

Oleh karenanya, Maryono mengatakan DP tetap diberikan. Selain sebagai bentuk pertanggungjawaban, DP juga bagian dari bentuk keadilan.

"Kami mempunyai suatu pertimbangan, minimal jangan 0% tapi 1%. Kenapa? Karena KPR subsidi aja 1% masak non subsidi 0%? Ini kan menjadikan rasa keadilan pada orang-orang yang mendapatkan KPR subsidi," tutupnya.