Rupiah Melemah, BI Tahan Suku Bunga

LIPUTAN 6 | 20 July 2018

Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) Jumat ini tembus hingga Rp 14.500 per dolar AS.

Dikutip dari liputan6, rupiah dibuka di angka 14.477 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.4432 per dolar AS. Tak lama kemudian, rupiah terus melemah hingga menyentuh level 14.545 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.474 per dolar AS hingga 14.545 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 6,54 persen.

Berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar AS, rupiah dipatok di angka 14.520 per dolar AS. Patokan pada hari ini melemah jika dibandingkan dengan patokan sehari sebelumnya yang ada di angka 14.418 per dolar AS.

Reza Priyambada, Analis senior CSA Research Institute mengatakan pergerakan rupiah masih melemah seiring imbas kenaikan dolar AS yang masih merespons pidato Gubernur Bank Sentral AS (The Federal Reserve) Jerome Powell akan optimismenya terhadap pertumbuhan ekonomi AS yang stabil.

"Meskipun di sisi lain Powell tidak menyampaikan secara detil kebijakan moneter The Fed ke depannya," ujar dia dikutip dari Antara.

Ditahannya level suku bunga Bank Indonesia di level 5,25 persen tidak banyak membantu rupiah untuk bergerak menguat.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) 18-19 Juli 2018 yang memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 5,25 persen.

Rilis Bank Indonesia yang mempertahankan level suku bunganya tidak sepenuhnya direspons positif oleh rupiah meski positif untuk kondisi makro ekonomi di mana pelonggaran makroprudensial dapat meningkatkan intermediasi dan fleksibilitas manajemen likuiditas dan intermediasi perbankan bagi pertumbuhan ekonomi.

"Dengan kondisi dolar AS yang masih bergerak positif maka akan disayangkan pergerakan rupiah yang masih berpeluang melemah. Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah," kata Reza.

Ia memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran 14.475 per dolar AS hingga 14.462 per dolar AS.