INA Ajak Kerjasama Dengan Tiga Investor Asing Investasi di Indonesia

liputan6.com | 14 July 2021

Lembaga Pengelola Investasi atau Indonesia Investment Authority (INA) mengaku pihaknya telah berhasil mengajak tiga investor asing untuk investasi hingga saat ini.

Hal ini tentu menjadi pencapaian positif mengingat umur INA yang masih 95 hari. Direktur Risiko INA, Marita Alisjahbana menyebut, pencapaian ini tak terlepas dari usaha yang dilakukan semua pihak.

"Umur INA baru memasuki 95 hari kerja. Tapi saya berusahaa menjalankan pernanan INA di sektor yang ada di Indonesia termasuk infrastruktur," kata Marita, Selasa (13/7/2021), dilansir dari liputan6.com.

Tiga investor yang berhasil diajak oleh INA yakni Caisse de dépôt et placement du Québec (CDPQ), APG Asset Management (APG), dan Abu Dhabi Investment Authority (ADIA).

Ketiganya menanamkan modal investasi untuk aset jalan tol yang ada di Indonesia. Total investasi yang digelontorkan ketiganya mencapai USD 3 miliar.

"Untuk investasi itu mencapai USD 3,75 miliar. INA me-leverage capital yang dimasukkannya USD 750 juta dan untuk ketiganya masing-masing USD 1 miliar sehingga secara total USD 3 miliar," ujarnya.

Setelah teken MoU (memorandum of understanding), selanjutnya ialah tahap due diligent. Tak hanya itu, INA juga menjalin kerja sama dengan PT Pertamina (Persero) pada Mei 2021 untuk investasi di sektor energi.

"Kerja sama dengan beberapa perusahaan BUMN, seperti Telkom, Angkasa Pura, Pelindo, Pertamina, dan Kimia Farma," tuturnya.(*)