Fitur Baru ! Ciptakan Ekonomi Berkeadilan dengan Bank Tanah

Beritasatu.com | 15 July 2021

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Sofyan Djalil menyatakan, pemerintah telah mengeluarkan PP Nomor 64 Tahun 2021 tentang bank tanah. Kehadiran bank tanah ini, diharapkan bisa menciptakan ekonomi yang berkeadilan.

"PP sudah disahkan dan sekarang tinggal nunggu Perpres untuk pemerintah. Bank tanah ini menjadi salah satu fitur baru dalam penataan tanah," ungkap Sofyan Djalil dalam acara Investor Daily Summit 2021 dengan tajuk Kebangkitan Investasi Properti, yang disiarkan secara daring, Rabu (14/7/2021).

Menurut Sofyan Djalil, dengan keluarnya aturan tentang bank tanah, maka pemerintah punya bank tanah. Pasalnya, selama ini pemerintah tidak punya bank tanah. "Pemerintah bisa menjadi agen untuk ketersediaan tanah dan menciptakan ekonomi yang berkeadilan,” tegasnya, dilansir dari beritasatu.com.

Sofyan Djalil juga menambahkan, pemerintah memiliki keyakinan bank tanah ini kedepan akan menjadi penentu, serta memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. "Sehingga, kehadirannya bisa memberikan jaminan tanah itu tidak semata-mata sebagai instrumen ajang spekulasi. Tetapi bisa memberikan manfaat," tegas Sofyan Djalil.

Menurut Sofyan Djalil, selama ini negara dan BPN hanya punya satu tangan sebagai land regulator dan seharusnya negara punya tangan land manager. Karena itu, ke depan pemerintah punya peran sebagai regulator dan juga land manager.

"Sehingga bank tanah di Indonesia ini bisa mendekati seperti Singapore Land Authority yaitu dipergunakan untuk berbagai kepentingan masyarakat dan akan lebih terjamin serta berkeadilan," tandasnya.

Sofyan menambahkan, bank tanah ini akan banyak menyelesaikan masalah sengketa tanah yang tidak berakhir. "Tidak boleh lagi masalah tanah dipermainkan oleh spekulan, karena bank tanah akan ikut campur," pungkasnya.