BTN Memperoleh Laba Sebesar Rp. 594 M di Akhir Maret

Liputan 6 | 18 April 2017

Jakarta -  Pertumbuhan bisnis PT Bank Tabungan Negara (Persero) sesuai target perseroan. Pertumbuhan laba bersih sebesar 21,03% secara tahunan atau senilai Rp 594 miliar per akhir Maret 2017.

Direktur Utama Bank BTN Maryono menjelaskan kenaikan laba bersih ini didukung oleh pertumbuhan kredit yang tinggi dan perbaikan kualitas kredit. Persero bahkan mampu memperbaiki beban bunga di tengah pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang melaju di level 20,02% yoy.

Pendapatan operasional juga ikut menopang capaian positif laba bersih perseroan. “Di tengah kondisi ekonomi yang masih menunjukkan perlambatan pada awal tahun, kami tetap mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih dan DPK di atas 20% yoy atau sesuai dengan target yang telah kami tetapkan,” jelasnya dalam Press Conference Kinerja Kuartal I/2017 di Menara BTN, Jakarta, Senin (17/4).

Pada kuartal I/2017 ini, pendapatan bunga Bank BTN tercatat tumbuh 8,74% yoy dari Rp 4,19 triliun menjadi Rp 4,56 triliun didorong pertumbuhan kredit yang tinggi dan perbaikan kualitas kredit. Di sisi lain, biaya bunga hanya naik sebesar 4,94% yoy menjadi Rp 2,52 triliun.

Pendapatan bunga Bank BTN ini ditopang pertumbuhan total kredit dan pembiayaan Bank BTN yang naik sebesar 18,71 persen yoy menjadi Rp 169,69 triliun.

Posisi pertumbuhan ini berada di atas rata-rata industri perbankan nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat per Februari 2017, kredit perbankan nasional hanya tumbuh sebesar 8,4% yoy.

Kenaikan pertumbuhan kredit ini didorong kredit perumahan yang mendominasi portofolio pinjaman perseroan atau sebesar 90,35%. Kredit pemilikan rumah (KPR) Subsid menjadi penyokong terbesar pertumbuhan kredit perumahan Bank BTN. KPR Subsidi Bank BTN tercatat naik sebesar 29,62% yoy. Kredit konstruksi perseroan pun tumbuh 18,44% yoy. Kemudian, kredit komersial meningkat 20,57% yoy per kuartal I/2017.

Menurut Maryono, pertumbuhan KPR Subsidi tersebut menjadi bukti komitmen perseroan mendukung program Sejuta Rumah. Per kuartal I/2017, Bank BTN mencatatkan kontribusi sejumlah 271.679 unit rumah dengan nilai Rp 27,44 triliun.

Maryono juga menjelaskan mengenai sisi demand, perseroan telah menyalurkan 44.442 unit KPR baik subsidi maupun non subsidi dengan total sebesar Rp 7,24 triliun. Dari sisi supply, total nilai proyek yang dibiayai Bank BTN yakni sebanyak 227.237 unit atau setara Rp20,21 triliun.

“Hasilnya, kami juga dapat terus mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar KPR di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 34,21persen,” ujarnya.

Pertumbuhan kredit dan pembiayaan tersebut juga turut mengerek kenaikan total aset BBTN sebesar 20,12% yoy menjadi Rp 214,31 triliun. Perbaikan kualitas kredit pun ditunjukkan dengan perbaikan rasio non-performing loan (NPL) gross BBTN per 31 Maret 2017 menjadi sebesar 3,34% atau menurun dari 3,59 persen di periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan DPK juga menanjak di level 20,02% yoy menjadi Rp157,42 triliun. Sedangkan, bank sentral mencatat DPK secara industri hanya tumbuh 8,9% yoy per Februari 2017. Pertumbuhan giro menjadi pendorong terbesar peningkatan dana Bank BTN dengan kenaikan sebesar 29,36% yoy. Sementara itu, deposito dan tabungan masing-masing meningkat 21,59% dan 5,85% yoy.

Kenaikan giro dan tabungan BBTN juga membuat dana murah (current account and savings account/CASA) perseroan naik 18,22% yoy dari Rp 61,3 triliun pada Maret 2016 menjadi Rp 72,47 triliun. Posisi tersebut membuat porsi CASA menempati 46,04% terhadap total DPK BBTN pada kuartal I/2017.

Rasio keuangan Bank BTN juga menunjukkan pembaikan. Capital Adequacy ratio (CAR) BBTN naik dari 16,5% menjadi 18,9% pada kuartal I/2017. Loan to deposit ratio (LDR) Bank BTN pun membaik dari 108,98% menjadi 107,79% di kuartal I/2017. Adapun, net interest margin (NIM) BBTN per kuartal I/2017 berada di level 4,32%.

 

#BTN #KinerjaBankBTN

 

Sumber:  http://bisnis.liputan6.com/read/2923402/triwulan-i-2017-btn-catat-untung-rp-594-miliar